Total Tayangan Halaman

Jumat, 19 September 2014

Gurihnya Bisnis Cireng "SAWARGI"



GURIHNYA BISNIS PEMBUATAN CIRENG ISI “SAWARGI”

Berada tidak jauh dari pinggiran Ibukota Jakarta, sekitar 12 km dari Cibubur ke arah Jonggol yaitu  tepatnya di Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, terdapat sentra Usaha Rumah Tangga pembuatan Cireng Isi yang sangat terkenal dan booming di wilayah Cileungsi dan sekitarnya yang diberi nama Cireng Isi “SAWARGI” yang konon artinya “Sekeluarga” mungkin dengan filosofi usaha ini digerakkan oleh para karyawannya yang masih ada hubungan keluarga, serta menjalin kedekatan dengan para mitra bisnisnya yaitu para penjaja dan pedagang Cireng Isi yang kebanyakan menjual di Kantin-kantin sekolah.

Penulis sendiri pernah menjadi mitra bisnis dari Pak Undang, Sang Empu nya “SAWARGI”, pria asli Kota Kembang BANDUNG tepatnya dari Buah Batu ini memang sangat gigih dan tekun mengembangkan usaha Cireng Isi. Berawal dari sekitar 4 tahun lalu, ketika itu penulis begitu bersemangat dalam ekspansi bisnis dan differensiasi bidang usaha, meskipun waktu itu saya sudah memiliki bisnis penjualan Jas Hujan, Sepatu, Lukisan, Meja Belajar, Snack tetapi ketika berkenalan dengan Pak Undang dan melihat prospek bisnis Cireng Isi yang sedang tren, saya langsung memutuskan untuk menjadi mitra dengan membeli cireng isi mentahan seharga Rp.700,-/pcs lalu dijual matang dengan harga Rp.1000,- serta saya juga men-drop in lagi ke kantin sekolah dengan harga Rp.800,-. Usaha ini saya lakoni hampir 1 tahun, karena sudah tidak tertangani lagi maka bisnis ini saya lepas.

Sampai saat ini usaha Pak Undang masih Berjaya dan jauh meninggalkan rival-rival nya usaha sejenis ini. Sebagai ilustrasi saja, dalam sehari Pak Undang mampu memproduksi lebih dari 10.000 pcs cireng isi mentahan, dengan berbagai rasa: Udang, Sapi, Ayam, Abon, Keju, Ati Ayam. Dengan harga jual ke reseller Rp.700,-/pcs x 10.000 pcs maka omzet per harinya Rp.7 juta Wooow…Mantapp. Dalam 1 bulan berproduksi 25 hari maka omzet per bulannya Rp175.000.000,- eit jangan bengong dulu ngeliat angka yang fantastic itu. Tenang-tenang itu masih kotor kalo bersihnya kira-kira 25% dari angka itu setelah dikurangi bahan baku, gaji karyawan dan operasional lainnya maka keuntungan bersihnya sekitar Rp43.750.000,-. Luarrrr Biasa…seorang Pak Undang yang hanya lulusan SD dengan penghasilan bersih sebesar itu tiap bulannya tentu bikin kita-kita malu sekaligus iri hati akan keberhasilannya. Sebagai karyawan biasa mungkin butuh waktu 1 tahun bahkan lebih mengumpulkan uang sebanyak itu.

Tidak aneh kalau sekarang Pak Undang punya 2 armada mobil, sekitar ada 5 sepeda motor, membeli rumah dan merenovasinya dengan kisaran biaya 300 juta. Membeli beberapa mesin giling, mempekerjakan lebih dari 10 karyawan.

Subhanallah….ternyata memang benar dalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki itu dari jalan perniagaan atau perdagangan, sementara 1 pintu rezeki lainnya diperebutkan oleh  profesi lainnya.

Tak ayal lagi para pengusaha, wirausahawan, entrepreneur secara taraf ekonominya jauh diatas orang yang hanya memilih profesi sebagai pegawai. Indonesia membutuhkan banyak pengusaha baru yang sekarang jumlahnya masih sekitarnya 0,18% dari jumlah penduduk, idealnya sekitar 2%. Makanya sekarang pemerintah sedang menggalakkan program wirausaha, karena makin banyak nya jumlah pengangguran serta makin meningkatnya orang yang ingin menjadi PNS serta bersedia melakukan berbagai cara agar menjadi PNS.

Ayooo…siapa yang mau jadi wirausaha, serta dengan lantang mengatakan BOSAN JADI PEGAWAI ???
Salam “Masih Semangat”
Cileungsi, 21 Agustus 2014
Eko Kurniawan,S.Pd.

Jumat, 28 Februari 2014

Sabtu yang penuh Inspirasi

Salam Masih Semangat...

Sahabat sekalian, sabtu ini sangat terasa berbeda dengan sabtu sebelumnya. Saya bersyukur kepada ALLAH SWT yang masih memberikan nikmat nafas dan hidup di hari ini. Tepat nya sabtu ini, 1 Maret 2014 saya mendapat banyak ilmu, pengalaman dan nasehat hidup dari acara Seminar Guru Gaptek menjadi Guru Melek IT, yang diadakan Perguruan MUHAMMADIYAH CILEUNGSI-BOGOR tempat saya mengajar. Acaranya oke lho yang dipandu oleh Kang Namin AB dengan pembicara Mas Sukani dan Om Jay itu panggilan akrabnya lhooo...

Apa aja yg sy dapetin???
Sy jadi tau kalo sekarang tuh menjadi guru bukan lagi zamannya pake kapur, spidol dan papan tulis lagi, walaupun itu juga masih dipake sihh. So, sekarang guru tuh mesti memanfaatkan IT alias Information Technologi dalam mengajar, supaya murid tidak jenuh alias bete alias ngantuk.. Apalagi dengan kurikulum 2013 dimana guru dituntut buat melek teknologi dan menyampaikan materi pake laptop, proyektor, program-program seperti EDMODO, E-BOOK, CALIBRE, BLOG, E-MAIL de,el,el...

Dan Dahsyatnya lagi>>>
Guru harus gemar dan rajin menulis baik dengan buku, blog, catatan kecil yang penting nulis dehh orang bule bilang sih :"Do What You Write and Write What You Do" artinya Lakukan apa yang kalian tulis dan tulislah apa yang kalian lakukan...begitu ceritanya...

Salam Masih Semangat...